Skip to content

DONGENG SEBELUM TIDUR, WAHYU SUCI ANTAH BERANTAH

September 6, 2016

Mungkin anda pernah mendengar kisah Lutung Kasarung, seekor monyet yang berubah menjadi pemuda tampan. Ada yang tahu kapan tepatnya Lutung kasarung berubah dari monyet menjadi pemuda tampan?

Saya pastikan tidak akan ada satu manusia di bumi inipun yang tahu kapan peristiwa tersebut terjadi, karena itu hanya dongeng saja.

Pernah dengar kisah si Malin Kundang?  Atau tentang Tangkuban Perahu?

Di setiap penjuru dunia ini, banyak sekali dongeng dongeng yang diciptakan sebagai pesan moral, bisa jadi untuk menakut nakuti atau menjaga situs situs tertentu dan berbagai macam alasan lainnya diciptakan sebuah dongeng yang kemudian diwariskan turun temurun sebagai cerita rakyat, bahkan ada dongeng dongeng tertentu yang menjadi cerita dunia.

Tentu anda tahu cerita tentang PINOKIO, CINDERELLA, KISAH TUJUH KURCACI, ALADIN dan berbagai macam dongeng dari penjuru dunia yang sampai ketelinga anda baik melalui buku buku maupun film film kartun.

Satu hal yang pasti, dongeng dongeng tersebut tentu bukan wahyu suci dari langit antah berantah.   Kecuali kalau sebuah dongeng dituliskan di dalam AL QURAN, maka otomatis dongeng tersebut adalah WAHYU SUCI DARI SANG PENIPU ULUNG atau mungkin wahy suci karang si BUTA HURUF, bukan si PITUNG DARI GUA HANTU!!!!!!!

https://quran.com/7/166

Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang dilarang mereka mengerjakannya, Kami katakan kepadanya: “Jadilah kamu kera yang hina.

https://quran.com/2/65

Dan sesungguhnya telah kamu ketahui orang-orang yang melanggar diantaramu pada hari Sabtu, lalu Kami berfirman kepada mereka: “Jadilah kamu kera yang hina”.

Yahudi, dapat kamu sebut sebagai komunitas suatu bangsa, bisa juga kamu sebut sebagai entitas keagamaan… apapun yang kamu mengerti tentang Yahudi, yang pasti tidak seorang YAHUDI pun yang bisa menyebutkan kapan peristiwa tersebut terjadi.

NAMANYA JUGA DONGENG!!!!!!!!!

Bagi masyarakat Yahudi, hari Sabat atau yang dikenal dengan hai Sabtu ditetapkan sebagai hari beristirahat, hari dimana mereka berhenti dari aktivitas sehari hari, kecuali untuk beribadah.

Aturan dan larangan yang ditetapkan secara turun temurun semenjak ribuan tahun yang lalu tetap terjaga sampai saat ini, bahwa ketika hari Sabat, entitas keagamaan yahudi berhenti bekerja, bahkan memasak makanan pun tidak dilakukan pada hari tersebut.

Kanon, untuk melindungi, menjaga dan melestarikan aturan yang sudah turun temurun dilakukan oleh orang Yahudi, diciptakanlah dongeng dongeng yang berkaitan dengan hari Sabat, termasuk di dalamnya dongeng tentang orang yang bekerja di hari sabat dan dikutuk jadi monyet.

Kalau anda manusia normal biasa, bahkan yang memiliki IQ sedikit dibawah rata rata, maka anda akan langsung mengerti dan paham bagaimana doneng dongeng tentang hari Sabat diciptakan, termasuk didalamnya dongeng tentang orang yang dikutuk jadi monyet karena bekerja pada hari Sabat.

Kalau anda seorang MUSLIM, berapapun IQ anda, setinggi apapun pendidikan anda…. saya pastikan kamu kamu adalah orang orang dengan otak yang terpuruk, yang otomatis menjadi IDIOT, karena AL QURAN MENULISKAN BAHWA ITU ADALAH WAHYU SUCI DARI ANTAH BERANTAH!!!!

Setiap muslim didunia ini memang harus dengan lapang dada mewarisi DONGENG DONGENG YANG MENJADI WAHYU SUCI, dongeng dongeng yang berasal dari dengar dengaran si BUT HURUF SAW, yang menjadi SANG SURI TELADAN SEMPURNA.

Kamu harus paham, apapun yang dikatakan Muhammad dan apapun yang dituliskan di Al quran, semuanya TIDAK MUNGKIN SALAH……… kecuali tentunya kamu manusia biasa biasa saja, yang masih memiliki kapasitas otak untuk berpikir dengan logika sederhana dan tentunya kamu bukan seuhkuwah islamiah dengan TURUNAN IBLIS yang beraga ISLAM.

 

Oh ya, kalau IBLIS BERAGAMA ISLAM, atau ISLAM AGAMA IBLIS… agamamu apa?

PERCAYAKAH KAMU ADA MANUSIA YANG DIKUTUK JADI MONYET?

Atau kamu mau tahu tentang dongeng UNTA RAKSASA?

Kalau Seven Sleepers, tentu kamu sudah tahu ceritanya, sama seperti cerita PINOKIO atau CINDERELA yang sudah mendunia. Sayangnya, dongeng PINOKIO dan CINDERELA tidak sempat didengar si BUTA HURUF SAW, makanya tidak menjadi wahyu suci antah berantah!!!!!!!!

 

DONGENG DIKUTUK JADI BUAYA

Dahulu kala, ada sebuah kerajaan kecil di Pulau Mintin, Kalimantan Tengah. Kerajaan itu dipimpin oleh raja yang arif bijaksana. Kehidupan rakyatnya terjamin dan sejahtera. Rakyat sangat mencintai raja dan permaisuri. Suatu saat, permaisuri terserang penyakit aneh dan akhirnya meninggal dunia.

Raja sangat berduka cita. Ia menjadi kehilangan semangat dalam menjalankan pemerintahan. Oleh karena itu, ia bermaksud untuk pergi berlayar guna menghapus kesedihan hatinya.

Saat mengutarakan rencananya, penasihat kerajaan bertanya, “Lalu siapakah yang akan menjalankan pemerintahan selama Tuan pergi?”

Raja berpikir sejenak, lalu menjawab, “Kukira putra kembarku, Naga dan Buaya, mampu menjalankan tanggung jawab ini. Tolong, bantu mereka jika menghadapi kesulitan.” Sang penasihat mengangguk tanda mengerti.

Setelah itu, Raja memanggil kedua putra kembarnya. “Anak-anakku, Ayahanda akan pergi berlayar sejenak. Sepeninggal ibu kalian, Ayah merasa kehilangan semangat hidup. Jadi Ayah pikir, ada baiknya jika Ayah pergi sejenak menenangkan diri. Untuk itu, Ayah minta kalian untuk menjalankan pemerintahan selama kepergian ayah,” pesannya.

Meski Naga dan Buaya adalah kembar, sifat keduanya sangat bertolak belakang. Buaya yang bersifat baik dan pemurah, menjawab permintaan ayahnya, “Jangan khawatir, Ayah. Pergilah, Ananda berharap Ayah selamat dalam perjalanan dan pulang dalam keadaan yang lebih baik.”

Sedangkan Naga yang sifatnya bertolak belakang dengan adiknya, merasa kalau permintaan ayahnya itu sebagai beban.

“Hmm, tapi tak apalah. Jika Ayah tak ada, aku bisa menggunakan harta kerajaan untuk bersenang-senang,” pikirnya dalam hati.

Ya, Naga memang senang berfoya-foya, ia tidak pernah memikirkan kepentingan orang lain.

Setelah Raja berangkat, Naga mulai berulah. la tak mau mendampingi Buaya menjalankan pemerintahan. Sehari-hari, kerjanya hanya tidur-tiduran dan bersenang-senang. Ia bahkan memaksa penasihat kerajaan untuk memberinya uang setiap hari. Dan semua uang itu ia habiskan untuk berjudi.

Karena kesal dengan tingkah laku kakaknya Buaya lalu menghadap penasihat kerajaan untuk menegur Naga. Namun, Naga tak mengindahkan segala nasihat. Ia bahkan mengancam akan melaporkan penasihat kerajaan pada ayahnya. “Aku akan bilang pada ayah bahwa kau yang menghambur-hamburkan uang kerajaan. Ayah pasti lebih percaya pada anaknya sendiri,” kata Naga dengan sombong. Penasihat kerajaan pun tak berani menasihati Naga lagi.

Hari berganti hari, tingkah laku Naga semakin menjadi-jadi. Bersama para pengawalnya, ia bahkan mendatangi rumah-rumah penduduk dan memaksa mereka untuk membayar pajak yang besar. Mendengar tindak tanduk Naga, Buaya menjadi sangat marah. Tanpa membuang waktu ia mendatangi Naga lalu menegurnya. “Naga, apa yang kau lakukan? Bukankah kau seharusnya menjalankan amanah yang diberikan Ayah?”

Sambil tertawa-tawa, Naga mengejeknya, “Buaya, kau memang pengecut. Apa gunanya jadi raja jika tak bisa bersenang- senang? Ha… ha… ha…,”

Buaya tak tahan lagi. Ia bertekad untuk menghentikan segala tindak-tanduk Naga. Namun, Naga pasti tak akan menyerah begitu saja. Dengan segenap kekuatannya, ia melawan Buaya. Pertempuran pun tak terelakkan. Dengan membawa pasukan masing-masing, mereka bertempur habis-habisan. Korban pun berjatuhan. Banyak pengawal yang mati sia-sia.

Di tengah perjalanannya, hati Raja gundah- gulana. Ia merasa sesuatu sedang terjadi di kerajaaannya. Beliau lalu memerintahkan awak kapal untuk pulang. Firasatnya benar. Sesampainya di kerajaan, ia melihat mayat bergelimpangan di mana-mana. Belum hiiang rasa herannya, la melihat kedua putra kernbarnya sedang bertarung. “Apa-apaan ini?” teriaknya. Naga dan Buaya serentak menoleh pada ayahnya. Mereka Iangsung menghentikan pertarungan.

Buaya menghampiri raja dan berkata, “Ampun Ayah, Ananda hanya ingin menghentikan tindakan Naga yang semena-mena.”

“Bohong! Ia iri padaku Ayah. Ia ingin menjadi raja tunggal. Ia ingin membunuhku,” teriak Naga.

“Apa pun itu, kalian telah menyia-nyiakan kepercayaan Ayah pada kaIian. Lihatlah, berapa banyak korban yang jatuh gara-gara ulah kalian?” jawab raja dengan marah.

Langit menghitam dan petir menggelegar ketika raja berteriak meluapkan amarahnya. “Demi ibumu, aku harus menghukum kalian! Buaya, jadilah kau seekor buaya. Ayah tahu tujuanmu baik, melindungi rakyat. Tapi kau juga menyengsarakan mereka, maka tinggallah di pulau ini dan jagalah rakyat dari serangan musuh!”

Seketika berubahlah Buaya menjadi seekor buaya yang diiringi suara petir yang terus menggelegar. Melihat adiknya berubah menjadi buaya, Naga pun ketakutan. “Ampun Ayah, maafkan aku.”

Raja memandang anaknya dengan rasa penyesalan. “Naga, jadilah kau naga yang sesungguhnya. Karena kesalahanmu, semuanya menjadi kacau. pergilah dari pulau ini, tinggallah di Sungai Kapuas. Tugasmu adalah menjaga Sungai Kapuas agar tidak ditumbuhi cendowan bantilung!”

Dalam sekejap, Naga pun berubah menjadi seekor naga. la pergi meninggalkan ayahnya dan tinggal di Sungai Kapuas seumur hidupnya.

Pesan moral:  Patuhilah nasihat orangtua. Jangan menyia-siakan kepercayaan yang mereka berikan padamu.

 

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: