Skip to content

YA’JUJ DAN MA’JUJ, MENGARANG BEBAS ALA ISLAM

September 24, 2015

Pernah dengar kisah Ya’juj dan Ma’juj?

Terjemahan Al quran bahasa Inggis menyebutnya Gog dan Magog, megacu pada ALKITAB PALSU versi Islam.

Saya kutipkan salah satu ayat Al quran yang mengandung kata Ya’juj dan Ma’juj dari http://quran.com/21/96 dan saya lafalkan dalam bahasa Indonesia bacaan arabnya sebagai berikut:

hatta idzaa futuhat yajuuju wamajuju wahum mim kulli hadabin yansiluuna

Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.

Kita tahu bahwa setiap ayat ayat Al quran yang katanya diwahyukan, sudah tertulis di lauh mahfuz walaupun ayat ayat yang diturunkan selalu ada sebabnya, atau asbabun nuzulnya.

Ayat tentang Ya’juj dan Ma’juj dimulai dari kegelisahan orang orang Qurais atas pengakuan Muhammad sebagai nabi dan mereka pun hendak menguji apakah Muhammad benar benar seorang nabi seperti yang diklaimnya atau hanya PENIPU, dengan mengajukan 3 pertanyaan yang mereka mintakan dari rahib rahib Yahudi.

Sirah Ibnu Ishaq – Kitab Sejarah Nabi Tertua

Ketika Nadr mengatakan hal tersebut kepada mereka, mereka mengirim dia dan Uqbah bin Abu Muait kepada pendeta Yahudi di Medinah ……. Sang pendeta berkata, “Ajukanlah pertanyaan kepadanya tentang 3 hal yang akan kami jelaskan kepada kalian, jika dia memberikan jawaban yang benar, maka dia memang seorang nabi, tetapi jika dia tidak dapat menjawabnya dengan benar, maka dia adalah seorang bajingan…… Tanyakan kepadanya tentang ANAK-ANAK MUDA YANG MENGHILANG dimasa lalu ….. kedua, tanyakanlah kepadanya tentang LAKI-LAKI PENGEMBARA AGUNG yang telah mencapai negeri timur dan negeri barat. TANYAKANLAH KEPADANYA TENTANG ROH. Jika mampu menjawab dengan benar maka ikutlah dia karena dia adalah seorang nabi. Jika tidak dapat, maka dia adalah seorang penipu, maka perlakukanlah dia seperti apa yang kalian kehendaki”. 

Pembahasa artikel kali ini dihususkan tentang Ya’juj dan Ma’juj, karena berdasarkan KLAIM KEBENARAN AL QURAN, maka keberadaan Ya’juj dan Ma’juj, pada era tehnologi saat ini pastilah dapat dibuktikan.

Kita mulai dulu siapakah yang dimaksutkan LAKI LAKI PENGENBARA AGUNG.

Dzulkarnaen, demikian nama tersebut dituliskan di dalam Al Quran.

Pada masa awal Al quran ditafsirkan dan hadist ditulis, nama tersebut mengacu pada ALEXANDER YANG AGUNG.

Dzulkarnain memiliki arti Dua Tanduk.
Sumber :
Encyclopedia Wikipedia
http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great
Alexander was often identified in Persian and Arabic-language sources as Dhul-Qarnayn, Arabic for the “Two-Horned One”, possibly a reference to the appearance of a horn-headed figure that appears on coins minted during his rule and later imitated in ancient Middle Eastern coinage.
Alexander sering diidentifikasikan dalam bahasa Persia dan Arab sebagai Dhul Qarnain, bahasa Arab untuk “Dua Tanduk”, sangat mungkin adalah referensi untuk kemunculan simbol kepada dengan tanduk dalam mata uang selama masa kekuasaannya dan kemudian ditiru untuk mata uang di wilayah Timur Tengah kuno

Ibn Hisham mengkonfirmasikan bahwa Dzulkarnain adalah Dua Tanduk
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_in_the_Qur%27an_%28Theory%29
Ibn Ishaq’s original work is lost, but it has been almost completely incorporated in Ibn Hisham, another early Muslim historian. Ibn Hisham collected Ibn Ishaq’s Sira and added his notes to it; in regards to Dhul-Qarnayn, Ibn Hisham noted:
“Dhu al-Qarnain is Alexander the Greek, the king of Persia and Greece, or the king of the east and the west, for because of this he was called Dhul-Qarnayn [meaning, ‘the two-horned one’]…”
Karya asli Ibn Ishaq telah musnah, namun telah dikompilasi secara keseluruhan oleh Ibn Hisham, seorang sejarawan awal muslim. Ibn Hisham mengumpulkan karya Ibn Ishaq dan menambahkan catatan kakinya ; sehubungan dengan Dzul Qarnain, Ibn Ishaq menuliskan :
Dzulkarnain adalah Alexander Agung, raja Persia dan Yunani, atau Raja Timur dan Barat, oleh karena itu dia dipanggil Dzul Qarnain [ berarti : “Si Dua Tanduk”]

Nama Alexander Agung sebagai Dzulkarnain ini juga tersebar diwilayah Timur Tengah dengan penyebutan yang berbeda-beda.
Sumber :
http://en.wikipedia.org/wiki/Alexander_the_Great
He is known as Eskandar in Persian and even acclaimed during the construction of the Great Wall Sadd-e Eskandar by the Parthian Dynasty[citation needed]. He is often identified as Dhul-Qarnayn in Middle Eastern traditions and is called al-Iskandar al-Kabeer in Arabic, Sikandar-e-azam in Urdu, Skandar in Pashto, Dul-Qarnayim in Hebrew, and Tre-Qarnayia in Aramaic (the two-horned one), apparently due to an image on coins minted during his rule that seemingly depicted him with the two ram’s horns of the Egyptian god Ammon. He is known as Sikandar in Urdu and Hindi, a term also used as a synonym for “expert” or “extremely skilled”
Dia dikenal sebagai Eskandar dalam bahasa Persia dan bahkan diklaim dalam masa pembangunan Tembok Besar sebagai Sadd-e Eskandar oleh dinasi Parthia. Dia sering diidentifikasi sebagai Dhul-Qarnayn dalam tradisi kuno Timur Tengah, dikenal sebagai Iskandar al-Kabeer dalam bahasa Arab, Sikandar-e-azam dalam bahasa Urdu, Skandar dalam bahasa Pashto, Dul-Qarnayim dalam bahasa Ibrani, dan Tre-Qarnayia dalam bahasa Aram (si Dua Tanduk), tampaknya disebabkan karena gambar dalam mata uang yang dibuat selama masa kekuasaannya yang melukiskan dirinya dengan dua tanduk domba dari dewa Mesir yaitu Ammon…

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa DZULKARNAEN ADALAH SI KAFIR NABI ISLAM.

Setelah arus informasi yang mengkonfirmasikan nama Dzulkarnaen mengacu kepada Alexander yang agung, para PENIPU atau AHLI TIPU TIPU yang mewarisi SIFAT TIPU TIPU dari SANG PENIPU, mulai menggagas ulang keberadaan Dzulkarnaen yang disesuaikan dengan KEBENARAN AL QURAN,

Sahih Bukhari. Volume 9, Book 93, Number 643:
http://www.usc.edu/dept/MSA/fundamental … 09.093.643
Narrated Abu Huraira :
I heard Allah’s Apostle saying, “Before Allah created the creations, He wrote a Book (wherein He has written): My Mercy has preceded my Anger.” and that (Book) is written with Him over the Throne.”
Dikisahkan Abu Huraira :
Aku mendengar Rasulullah berkata, “ “Sebelum Allah menciptakan ciptaanNya, Dia menulis sebuah buku(dimana didalamnya Dia telah menuliskan) : “RahmatKu telah melampaui kemarahanKu.” dan buku itu telah ditulisnya diatas tahta”

Nah…. para AHLI TIPU TIPU ISLAM, dewasa ini telah menyangkal bahwa Dzulkarnaen adalah Alexander yang agung… masa iya SI KAFIR JADI NABI ISLAM????!!!!! Bukankah kafir adalah seburuk buruknya binatang????!!!!!

Ini saya kutipkan dari situs situs islam tentang Dzulkarnaen dan silahkan mereka yang gemar TIPU TIPU untuk membrowsing sendiri:

Apakah Benar The Great Alexander itu adalah Dzul Qarnain?

ISKANDAR AGUNG (The Great Alexander) yang KAFIR itu bukanlah DZUL QARNAIN yang diceritakan Allah dalam al-Qur’an surat al-Kahfi!

Berhati-hatilah wahai saudaraku, ma’asysyral muslimin wal muslimat…

Begitu banyak Kisah-kisah Israilliyat dan Nashara yang dipercayai sebagai kisah-kisah dari al-Qur’an dan Sunnah Nabi Shalallahu ‘Alaihi Wasallam. Banyak ustadz/ulama yang mengangkat Kisah The Great Alexander sebagai Kisah Heroik Islami, bahkan mereka mengangkat kisah ini diatas mimbar.

Dengan ilmu COCOKMOLOGI, tentunya para ahli ahli ISLAM, AHLI TIPU TIPU yang diajarkan oleh SANG PENIPU ULUNG, mulai mengarang bebas tentang Ya’juj dan Ma’juj.

AL quran menceritakan bahwa Dzulkarnaen membangun tembok pemisah diantara dua gunung yang dapat anda baca pada KITAB YANG JELAS, RINCI dan TIDAK ADA KERAGUAN DI DALAMNYA, pada QS 18 (Al Kahfi) mulai ayat ke 83 yang bunyinya sebagai berikut:

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya”.

93. Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan.

95. Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka,

Pada banyak situs situs ISLAMI, dinding yang dibangun Dzulkarnaen diidentifikasikan

Abdullah Yusuf Ali dalam tafsir The Holy Qur’an menulis bahwa di distrik Hissar, Uzbekistan, 240 km di sebelah tenggara Bukhara, ada celah sempit di antara gunung-gunung batu. Letaknya di jalur utama antara Turkestan ke India dengan ordinat 38oN dan 67oE. Tempat itu kini bernama Buzghol-khana dalam bahasa Turki, tetapi dulu nama Arabnya adalah Bab al-Hadid. Orang Persia menyebutnya Dar-i-ahani. Orang Cina menamakannya Tie-Men-Kuan. Semuanya bermakna PINTU GERBANG BESI.

Hiouen Tsiang, seorang pengembara Cina pernah melewati pintu berlapis besi itu dalam perjalanannya ke India di abad ke-7. Tidak jauh dari sana ada danau yang dinamakan Iskandar Kul.

Di tahun 842 Khalifah Bani Abbasiyah, al-Watsiq, mengutus sebuah tim ekspedisi ke gerbang besi tadi. Mereka masih mendapati gerbang di antara gunung selebar 137 m dengan kolom besar di kiri kanan terbuat dari balok-balok besi yang dicor dengan cairan tembaga, tempat bergantung daun pintu raksasa. Persis seperti bunyi surat Al Kahfi.

Pada Perang Dunia II, konon Winston Churchill, pemimpin Inggris, mengenali gerbang besi itu.

Apa pun tentang keberadaan dinding penutup tersebut, ia memang terbukti ada sampai sekarang di Azerbaijan dan Armenia. Tepatnya ada di pegunungan yang sangat tinggi dan sangat keras. Ia berdiri tegak seolah-olah diapit oleh dua buah tembok yang sangat tinggi. Tempat itu tercantum pada peta-peta Islam maupun Rusia, terletak di Republik Georgia.

Al-Syarif al-Idrisi menegaskan hal itu melalui riwayat penelitian yang dilakukan Sallam, staf peneliti pada masa Khalifah al-Watsiq Billah (Abbasiah). Konon, Al-Watsiq pernah bermimpi tembok penghalang yang dibangun Iskandar Dzul Qarnain untuk memenjarakan Ya’juj-Ma’juj terbuka.

Mimpi itu mendorong Khalifah untuk mengetahui perihal tembok itu saat itu, juga lokasi pastinya. Al-Watsiq menginstruksikan kepada Sallam untuk mencari tahu tentang tembok itu. Saat itu sallam ditemani 50 orang. Penelitian tersebut memakan biaya besar. Tersebut dalam Nuzhat al-Musytaq, buku geografi, karya al-Idrisi, Al-Watsiq mengeluarkan biaya 5000 dinar untuk penelitian ini.

Rombongan Sallam berangkat ke Armenia. Di situ ia menemui Ishaq bin Ismail, penguasa Armenia. Dari Armenia ia berangkat lagi ke arah utara ke daerah-daerah Rusia. Ia membawa surat dari Ishaq ke penguasa Sarir, lalu ke Raja Lan, lalu ke penguasa Faylan (nama-nama daerah ini tidak dikenal sekarang).

Penguasa Faylan mengutus lima penunjuk jalan untuk membantu Sallam sampai ke pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Selama 27 hari Sallam mengarungi puing-puing daerah Basjarat. Ia kemudian tiba di sebuah daerah luas bertanah hitam berbau tidak enak. Selama 10 hari, Sallam melewati daerah yang menyesakkan itu.

Ia kemudian tiba di wilayah berantakan, tak berpenghuni. Penunjuk jalan mengatakan kepada Sallam bahwa daerah itu adalah daerah yang dihancurkan oleh Ya’juj-Ma’juj tempo dulu. Selama 6 hari, berjalan menuju daerah benteng. Daerah itu berpenghuni dan berada di balik gunung tempat Ya’juj-Ma’juj berada.

Sallam kemudian pergi menuju pegunungan Ya’juj-Ma’juj. Di situ ia melihat pegunungan yang terpisah lembah. Luas lembah sekitar 150 meter. Lembah ini ditutup tembok berpintu besi sekitar 50 meter.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, gambaran Sallam tentang tembok dan pintu besi itu disebutkan dengan sangat detail (Anda yang ingin tahu bentuk detailnya, silakan baca: Muzhat al-Musytaq fi Ikhtiraq al-Afaq, karya al-Syarif al-Idrisi, hal. 934 -938).

Al-Idrisi juga menceritakan bahwa menurut cerita Sallam penduduk di sekitar pegunungan biasanya memukul kunci pintu besi 3 kali dalam sehari. Setelah itu mereka menempelkan telinganya ke pintu untuk mendengarkan reaksi dari dalam pintu. Ternyata, mereka mendengar gema teriakan dari dalam. Hal itu menunjukkan bahwa di dalam pintu betul-betul ada makhluk jenis manusia yang konon Ya’juj-Ma’juj itu.

Dalam Nuzhat al-Musytaq, al-Syarif al-Idrisi juga menuturkan bahwa Sallam pernah bertanya kepada penduduk sekitar pegunungan, apakah ada yang pernah melihat Ya’juj-Ma’juj. Mereka mengaku pernah melihat gerombolan orang di atas tembok penutup. Lalu angin badai bertiup melemparkan mereka. Penduduk di situ melihat tubuh mereka sangat kecil.

Setelah itu, Sallam pulang melalui Taraz (Kazakhtan), kemudian Samarkand (Uzbekistan), lalu kota Ray (Iran), dan kembali ke istana al-Watsiq di Surra Man Ra’a, Iraq. Ia kemudian menceritakan dengan detail hasil penelitiannya kepada Khalifah.

Kalau menurut penuturan Ibnu Bathuthah dalam kitab Rahlat Ibn Bathuthah pegunungan Ya’juj-Ma’juj berada sekitar perjalanan 6 hari dari Cina. Penuturan ini tidak bertentangan dengan al-Syarif al-Idrisi. Soalnya di sebelah Barat Laut Cina adalah daerah-daerah Rusia.

Kalau anda membaca Al quran dan mengerti artinya, kemudian anda juga membaca tafsir tafsir yang menerangkan ayat ayat Al quran serta hadist hadist yang membicarakan tentang YA’JUJ dan MA’JUJ, apalagi penjelasan panjang lebar dari para AHLI TIPU TIPU ISLAM, tentunya dengan kemampuan otak anda untuk berpikir sederhana, dan tidak diperlukan IQ yang tinggi untuk menyimpulkan bahwa :

AL QURAN ADALAH DONGENG DARI CONGOR BUSUK ABAD KE 7

Mengapa demikian?

Bacalah sumber DONGENG yang harus selaras dengan apa yang sudah ditulis DI SURGA LANGIT ANTAH BERANTAH, AL QURAN YANG PASTI BENAR, KARENA AL QURAN MENGATAKAN BAHWA AL QURAN PASTI BENAR:

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Allah azza wa jalla berfirman, ‘Hai Adam!’. Adam menjawab, ‘Aku memenuhi panggilan-Mu’. Allah berfirman, ‘Bangkitlah pada hari kebangkitan neraka!’. Adam pun bertanya, ‘Apakah hari kebangkitan neraka itu ya Allah?’. Allah berfirman, ‘Dari setiap seribu, yang sembilan ratus sembilan puluh sembilan itu ke neraka. Sedangkan yang masuk surga hanya satu. Pada hari itu, anak-anak kecil menjadi beruban dan orang-orang hamilpun melahirkan janinnya’. Lalu Allah melanjutkan firmannya, ‘Sesungguhnya ada diantara keturunanmu yang terdiri dari dua ummat, Aku memperbanyak mereka dalam sesuatu. Mereka adalah YA’JUJ dan MA’JUJ’” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu.)

Dari an-Nawwas bin Sam’an al-Kilabi, bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Ketika dia dalam keadaan seperti itu, Allah memberi wahyu kepada ISA, ‘Sesungguhnya Aku telah mengeluarkan hamba-hamba. Tidak satupun kaum yang tunduk jika diperangi oleh mereka. Mereka semakin kuat dari waktu ke waktu’. Kemudian Allah mengeluarkan Ya’juj dan Ma’juj. Dari setiap sisi mereka berkembang. Para penghulu mereka melewati laut kecil Tabristan dan meminum airnya. Sedangkan orang-orang terakhir dari mereka berkata, ‘Dalam laut ini terdapat air yang pahit’. Kemudian Nabi Isa dan para sahabatnya menjadi gelisah, hingga harga satu kepala sapi lebih mahal dari seratus dinar pada zaman kalian ini. Nabi Isa dan para sahabatnya menjadi tidak senang. Lalu Allah mengirimkan cacing-cacing di leher mereka (Ya’juj dan Ma’juj). Mereka pun mati seperti kuda yang mati. Lalu nabi Isa melewati bangkai-bangkai mereka. Mereka (nabi Isa dan para sahabatnya) tidak mendapati satu jengkal tanah pun kecuali telah dipenuhi bau busuk dari bangkai mereka. Nabi Isa lalu mengadu dan mohon pertolongan pada Allah. Lalu Allah mengirim burung-burung yang membawa bangkai-bangkai itu kesuatu tempat yang hanya Allah yang tahu. Kemudian Allah menurunkan hujan yang membasuh bumi hingga menjadi licin. Kemudian diperintahkan pada bumi, “Keluarkanlah buah-buahanmu!” (HR. Muslim)

Hudzaifah bin Asid Al-Ghifari, ia berkata: “Rasullullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam tiba-tiba muncul di tengah-tengah kami saat kami sedang membicarakan sesuatu. Ketika melihat kami, Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bertanya, ”Apa yang sedang kalian perbincangkan?”. Jawab mereka, “Tentang hari Kiamat”. Kemudian Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya hari Kiamat tidak akan datang hingga kalian menyaksikan – sebelum itu – sepuluh tanda-tanda kedatangannya. Maka Beliau menyebutkannya, yaitu: adanya asap, munculnya Dajjal, keluarnya hewan melata, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, turunnya Nabi Isa as, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, serta terjadinya tiga gerhana: gerhana di belahan bumi timur, gerhana di belahan bumi barat, dan gerhana di Jazirah Arab. Adapun tanda yang terakhir adalah munculnya api di Yaman yang menggiring manusia menuju tempat berhimpun, al-Mahsyar.” (HR. Muslim)

Cuma catatan saja : Salah satu tanda kiamat bahwa matahari terbit dari tempat terbenamnya, adalah BUALAN ALLOW SWT aka MUHAMMAD yang dipercaya PARA AHLI TIPU TIPU.  Matahari “seolah olah” terbit dari timur dan terbenam di barat (dalam al quran terbenam di laut yang berlumpur hitam), karena bumi yang berputar mengelilingi matahari!!!!!

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda, “Laa ilaha illallah, celakalah orang Arab karena keburukan sudah semakin dekat. HARI KIAMAT datang sejak kehancuran Ya’juj dan Ma’juj seperti ini – beliau sambil melingkarkan jari jempolnya dengan jari sebelahnya – Zainab binti Jahsy bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami mendapat celaka padahal ada orang-orang yang shaleh diantara kami?”. Beliau Shalallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, “YA, jika perbuatan nista sudah banyak dilakukan (manusia)” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan pemindai satelit saat ini, identifikasi benda benda di permukaan bumi dapat dilakukan pada posisi dimana saja.

Untuk mendukung KEBENARAN AL QURAN, para AHLI TIPU TIPU sudah berusaha menyakinkan dengan  ILMU COCOK MOLOGI keberadaan DINDING PEMISAH YA’JUJ dan MA’JUJ.   Tapi justru hal tersebut berbenturan sendiri dengan keterangan AL QURAN yang mengatakan tanda tanda kiamat dengan robohnya dinding pemisah dan keluarnya Ya’juj dan Ma’juj.

Untungnya, USA tidak percaya sama AL QURAN…. rasa rasanya cukup dengan 5 BOM NUKLIR, dua gunung tersebut pasti rata dan tidak satu YA’JUJ dan MA’JUJ  pun yang bisa bertahan hidup.

UPS…………..  itu pasti pemikiran YAHUDI dan NASHARA dan PARA KAFIR yang tidak percaya pada WAHYU ALLOW SWT, PENIPU ULUNG  dan SUNNAH SANG NABI si PENIPU!!!!!!

Bagaimana pendapat anda para MUSLIM yang membaca artikel ini?

  • Masihkan anda percaya DZULKARNAEN membangun dinding pemisah Ya’juj dan Ma’juj di antara 2 gunung?
  • Atau anda percaya DZULKARNAEN MENEMUKAN (BUKAN MELIHAT) matahari tenggelam di laut berlumpur hitam????

QS 18 : 86 menggunakan kata wajadahaa (menemukan)

hattaa idzaa balagha maghriba alsysyamsi wajadahaa taghrubu fii ‘aynin hami-atin wawajada ‘indahaa qawman qulnaa yaadzaaalqarnayni immaa an tu’adzdziba wa-immaa an tattakhidza fiihimhusnaan

bukan raaa (melihat) seperti di

QS 6: 78 falammaa raaa alsysyamsa baazighatan qaala haadzaa rabbii haadzaa akbaru falammaa afalat qaala yaa qawmi innii barii-un mimmaa tusyrikuuna

MENGARANG BEBAS ALA AL QURAN, karena tidak ada yang tidak mungkin bagi

ALLOW SWT aka MUHAMMAD SAW…  

KECUALI ………….????????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

From → Uncategorized

4 Comments
  1. Ikben permalink

    Sifat mengarang bebas sang nabi sepertinya nurun ke para pengikutnya. Karena tafsiran quran begitu banyak dan para ahli tafsir saling merasa paling benar. Tidak heran banyak buku tafsir yang sudah seperti buku karangan. Belum lagi ustadz dan habib yang khotbah sekena hatinya sendiri yang tidak pas dengan quran alias ngarang bebas.

    • goa hira permalink

      dan si kulloh super ingus akan berkelit dengan argumen yang sangat luar biasa
      orang kafir tidak beriman…. untukmu agamamu untukku agamaku…wallahu alam

  2. ffr permalink

    “Dengan pemindai satelit saat ini, identifikasi benda benda di permukaan bumi dapat dilakukan pada posisi dimana saja.”

    Ohhhh…gitu ya kristol, coba deh baca ini:

    “Dan setelah masa seribu tahun itu berakhir, Iblis akan dilepaskan dari penjaranya, dan ia akan pergi menyesatkan bangsa-bangsa pada keempat penjuru bumi, yaitu Gog dan Magog, dan mengumpulkan mereka untuk berperang dan jumlah mereka sama dengan banyaknya pasir di laut”(Wahyu 20:7-8)

    Dimana penjaranya iblis sekarang? Trus ada dimana Gog dan Magog itu kristol?
    Oh…tunggu…gw tahu…ini sebuah perumapamaan kan kristol!! wkwkwk…..

    • Ada baiknya anda buat blog sendiri atau artikel sendiri atau tulisan sendiri untuk membahas ALKITAB YANG PALSU itu!!!!
      Di sini, didedikasikan untuk membahas ISLAM QURAN dan HADIST dengan sumber sumber yang dapat dipertanggung jawabkan.

      Kalaupun anda ingin membahas kitab kitab lain di blog ini, apalagi KITAB PALSU, perhatikan baik baik relevansinya dengan pembahasan yang disajikan di artkel.

      JUDUL ARTIKEL : YA’JUJ DAN MA’JUJ, MENGARANG BEBAS ALA ISLAM
      Anda bisa mengarang bebas, asal sesuai dengan ISLAM, QURAN dan HADIST.
      Yang palsu palsu, tidak dibutuhkan di situs ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: