Skip to content

RUKUN ISLAM, BUKAN QURAN, BUKAN WAHYU, HANYA KARANGAN SEMATA

June 16, 2014

Tanyakanlah kepada yang mengaku beragama ISLAM, baik yang keturunan ADAM maupun keturunan IBLIS apa yang dimaksud dengan RUKUN ISLAM.

Bisa jadi mereka akan cerita panjang lebar tentang hal tersebut, tetapi senyata nyatanya, rukun islam hanyalah karangan manusia semata, bertolak belakang dari kata kata AL QURAN adalah wahyu yang lengkap.

Silahkan anda baca dan anda pahami, apakah anda perlu disesatkan atau anda tidak perlu disesatkan oleh ALLOW SWT sang penyesat, penipu ulung, khairul makarin tersebut dengan melihat suber RUKUN ISLAM sebagai dasar AGAMA ISLAM:

Kutipan: 
Bukhari:V1B2N7 “Rasul Allah berkata: ‘Islam berdasarkan atas lima (prinsip): 1. Untuk mengaku tiada yang layak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah.” 

Qur’an memerintahkan Muslim untuk menaati sang Rasul. Jika kau tidak tahu apa yang ia perintahkan, maka tidaklah mungkin menaatinya. Qur’an katanya berisi semua perintah Allah dan bukan perintah Muhammad, jadi kau harus menuruti apa yang dikatakan Qur’an. Qur’an juga mengatakan orang2 Muslim harus menuruti contoh2 sang Rasul, tapi contoh2 itu hanya terdapat di Sunnah. Karena itu, pilar Islam yang pertama jadi tak berarti sama sekali dan tidak mungkin dapat dilaksanakan tanpa Ishaq and Tabari. 

Kutipan: 
“2. Untuk melakukan ibadah (wajib berkumpul untuk melakukan) sembahyang secara taat dan sempurna.” 

Lagi2, ini tidak jelas. Wajib berkumpul untuk melakukan sembahyang ini tidak dijelaskan dalam Qur’an. Bahkan tidak ada keterangan kecil sekalipun. Sebenarnya, Qur’an berkata harus ada tiga orang bersembahyang, tapi tidak dijelaskan bagaimana sembahyangnya, dan Hadis malah minta lima orang. Keterangan satu2nya tatacara sembahyang ditemukan di Sunnah – dan ini bahkan tidak pernah dijelaskan oleh sang Nabi sendiri. Orang2 Muslim tidak bisa melakukan ibadah sembahyang hanya dari yang ditetapkan di Qur’an. Karena itu, pilar kedua pun runtuh. 

Kutipan: 
Bukhari:V1B2N7 “3. Membayar Zakat.” 

Bagaimana bisa bayar Zakat jika kata2 tentang Zakat dihilangkan dari Qur’an? Yang pertama menuliskannya di atas kertas adalah Ishaq. Seabad kemudian, Tabari mengutip Hadis Ishaq. Satu2nya alasan orang Muslim dapat bayar Zakat adalah karena Ishaq menjelaskan hal itu pada mereka. 

Kutipan: 
“4. Melakukan ibadah haji.” 

Ini juga tidak mungkin dilakukan. Satu2nya keterangan tentang ibadah haji hanya ada di Sunnah. Kegiatan naik haji tidak dapat dilakukan tanpa keterangan dari Hadis. Orang Muslim tidak akan tahu tanpa itu. 

Kaupikir tentunya Allah sendiri yang akan menjelaskan pilar terakhir dalam wahyunya yang “sempurna, terperinci dan terakhir bagi umat manusia?” 

Kutipan: 
Bukhari:V1B2N7 “5. Untuk menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.” 

Meskipun Qur’an menjelaskan tentang puasa, tanpa Hadis, Muslim tidak akan tahu mengapa Ramadhan itu sangat istimewa. Keterangan tentang arti Ramadhan terdapat dalam tradisi mereka – pertama-tama ditulis oleh Ishaq dan lalu disalin oleh Bukhari, Muslim, dan Tabari. 

Yang lucu adalah satu2nya pilar yang dijabarkan di Qur’an sebenarnya dipinjam dari upacara Pagan (penyembah berhala) Qusayy yang diciptakan sebelum masa Islam Muhammad. Keluarga Qussay mengambil sebagian barang2 dagangan yang terjual di acara “dewa2 berdamai” di pekanraya2 Ramadhan. 

Ada yang mau disesatkan? Atau anda sudah tersesat sehingga tidak perlu disesatkan?

 

From → Uncategorized

4 Comments
  1. @Pak Penulis
    Setelah kami jelaskan bahwa kita tidak akan lepas dari alquran dan hadits, sesuai dengan apa yang kami ungkapkan dalil-dalil alquran di muka..tanpa hadits, kita tidak akan mudah memahami alquran, sebab alquran hanya sebagai mata pelajaran, dan hadits (Rasulullah saw) sebagai guru yang menerangkan mata pelajaran kepada murid-muridnya atau ummatnya…
    di dalam alquran dijelaskan kepada kita:
    “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)

    dalam hadits, Rasulullah saw bersabda:
    “Aku tinggalkan dua pusaka untukmu sekalian, yang kalian tidak akan tersesat selagi kamu berpeganganteguh pada keduanya, yaituberupa kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya:. (HR. Malik)

    di dalam sebuah hadits yang sangat panjang dijelaskan:
    Dari Umar bin Al Khattab r.a., katanya: Pada suatu hari, dalam masa kami sedang duduk di sisi Rasulullah s.a.w, tiba-tiba muncul kepada kami seorang lelaki: Putih melepak pakaiannya, hitam legam rambutnya, tidak kelihatan padanya tanda-tanda perjalanan (sebagai seorang pengembara), dan tidak ada seorang pun dari kami yang mengenalinya; (demikianlah halnya) sehinggalah ia duduk mengadap Nabi s.a.w. lalu ia menemukan kedua lututnya kepada kedua lutut Baginda sambil meletakkan kedua tapak tangannya atas kedua pahanya serta berkata: “Wahai Muhammad! Beritahulah kepada ku tentang (dasar-dasar/rukun-rukun) Islam?” Maka Rasulullah s.a.w. menerangkan: “(Dasar-dasar/rukun-rukun) Islam itu ialah engkau melafazkan kalimah syahadat (meyakini serta menerangkan kebenaran) bahawa sesungguhnya tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah dan bahawa sesungguhnya Nabi Muhammad ialah pesuruh Allah dan engkau mendirikan sembahyang dan memberi zakat serta berpuasa pada bulan Ramadan dan juga engkau mengerjakan Haji ke Baitullah jika engkau mampu sampai kepadanya.” (Mendengarkan penerangan Baginda yang demikian) ia berkata: “Benarlah apa yang tuan katakan itu!”

    lalu kemudian seseorang mengatakan, tanpa hadits kaum muslimin tidak akan paham dengan alquran, berarti alquran tidak lengkap..tuduhan semacam itu, Allah swt berfirman:
    “Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang yang di muka bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Al-An’am: 116)

    dan bahkan di ayat lain “dan tinggalkanlah / berpalinglah dari orang-orang jahil (orang-orang bodoh”

    Kami di sini bukan untuk memaksakan anda beriman, tetapi kami mencoba untuk menjawab, sampai mana mereka memahami alquran dengan alkitab..apakah mereka lupa atau bego atau tidak tahu sama sekali karena pusing membaca alkitabnya?…

    Pak Penulis, “Lakum diinukum waliyadiin”..waallahu a’lam..terima kasih

    • “Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya)
      ———————————-
      Teliti kembali QURANMU, masa iya ini wahyu tuhan negeri mekah?
      Muhammad bersabda di Quran
      QS 04 : 10
      QS 06 : 104
      QS 06 : 106
      QS 06 : 114
      QS 11 : 3
      QS 17 : 1
      QS 27 : 91
      QS 27 : 92
      QS 39 : 53
      QS 42 : 10
      QS 50 : 50-51
      QS 60 : 40
      QS 81 : 15-21
      QS 83 : 16
      QS 9:66
      QS 47; 25-26
      QS 3:151
      QS 8: 60
      QS 8 : 12
      QS 9 :29
      QS 9 :14
      ———————————————————————
      Kalau QURAN itu wahyu tuhan negeri mekah, maka MUHAMMADLAH ALLOW SWT tuhan negeri mekah tersebut
      QS 15:19-23 (ayat2 setan yang asli)
      Sudahkah kau mempertimbangkan Allat dan al-‘Uzza
      Dan Manat, yang ketiga, yang lainnya?
      Merekalah yang dimuliakan angsa2,
      Doa mereka diharapkan;
      Keserupaan mereka tidak dilupakan.
      (Sirat Rasul Allah, karangan Ibn Ishaq, halaman 165-166)

      Silahkan anda baca bagaimana MAMAD menjelma menjadi TUHAN NEGERI MEKAH!!!!!!
      Telusuri sejarah yang ditulis tuhan negeri mekah ini/alias MAMAD yang salah kaprah tetang SAUL dan GIDEON!!!!
      QS 2:249
      Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: “Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya; bukanlah ia pengikutku. Dan barangsiapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka dia adalah pengikutku.” Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: “Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.” Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah, berkata: “Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.”
      ————————————————————–
      QURAN diturunkan di dalam BAHASA ARAB, tetapi si MAMAD kebingungan untuk menuliskan bahasa ARAB di QURAN KARANGANNYA sehingga bertaburan kata kata asing di QURAN!!!!!!

      Kata2 agama Yahudi dalam Qur’an:
      1. Tabut – kata yang berakhiran –ut merupakan kata asli agama Yahudi karena tiada kata Arab asli yang berakhiran –ut.
      2. Torah (Taurat) – wahyu illahi bagi kaum Yahudi
      3. Jannatu And – surga, taman Eden
      4. Jahannam (Gehinnom) – Neraka (berasal dari kata Lembah Hinnom tempat munculnya penyembahan berhala, sehingga kemudian kata Hinnom diartikan sebagai Neraka)
      5. Ahbar – guru
      6. Darasa – untuk mengerti maksud asli naskah agama melalui penyelidikan yang persis dan seksama
      7. Rabbani – guru
      8. Sabt – hari peristirahatan (Sabbath)
      9. Sakinat – kehadiran Tuhan
      10. Taghut – kesalahan
      11. Furqan – penebusan, penyelamatan
      12. Maun – pengungsi
      13. Masani – pengulangan
      14. Malakut – pemerintahan, hukum Tuhan

      Pengambilan kata2 Yahudi merupakan bukti jelas bahwa kang Mamat tidak sanggup mencari kata yang tepat dalam bahasa Arab. Selain itu, Qur’an sarat dengan kata2 Aramaik dan Syria dan ini juga menyiratkan pencurian ide2 agama. Misalnya kata2 Swat (bencana), Madina, Masjid (tempat ibadah), Sultan, Sullam (tangga), Nabi.

      Bisa kamu bantah??????!!!!!!!!!

  2. @Pak Penulis
    Apa yang harus aku bantah?..bantah ataupun tidak?..itu sama saja, tidak ada pengaruh antara kita dan kamu..
    kalaupun kita bantah, toh mereka juga akan tetap kafir atau kalaupun kita tidak bantah, toh kita tetap akan beriman..kenapa?..karena mereka sendiri belum menjelaskan tentang tuhannya di dalam kitab mereka..bagaimana kita bisa keluar dan bagaimana anda bisa masuk?. alias artinya bagaimana mereka bisa menunjukkan kebenaran, toh anda sendiri gak bisa menjawab…

    Allah sendiri menjelaskan kepada kita di dalam alquran:
    “Apakah kamu tak melihat kepada orang-orang yg membantah ayat-ayat Allah?
    Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan? (Al-Mukmin:69)”

    waallahu a’lam..terima kasih ….”Lakum diinukum waliyadiin”

  3. Ikben permalink

    Al-Mukmin 69 hanya menyuruh melihat orang-orang yang membantah Alquran tapi tidak disuruh untuk berpikir “kenapa banyak terdapat serapan kata-kata asing?”

    Memang nabi gua Hira ini pandai menghipnotis para pengikutnya sehingga mereka disuruh cukup melihat-lihat prilaku para pembantah….dan pada manut-manut aja.
    Parahnya penyakit mantu-mantu tersebut tertular sampai para pengikut zaman modern ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: